Kedutaan Besar Bekasi Sebagai Wadah ‘Birokrasi’ Anak Muda Bekasi


"Bekasi bikin gebrakan baru lagi??"
Kedutaan besar, istilah itu pasti tidak asing lagi di telinga kita, mulai dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jalan Medan Merdeka sampai Kedutaan Besar Zimbabwe di daerah Kuningan. Nah, bagaimana kalau Bekasi juga ikutan punya kedutaan?
“Bukan ingin memisahkan diri, melainkan wadah ekspresi diri,” ujar Fithor Faris, founder dari Komunitas Kedutaan Besar Bekasi yang berdiri sejak Oktober 2014. “Di sini kita menampung segala jenis kreatifitas yang dimiliki oleh warga Bekasi agar mereka punya ruang untuk mengeksplor bakatnya.”
Bernama asli Pondok Gede Kreatif, akhirnya nama tersebut diubah menjadi Kedutaan Besar Bekasi pada November 2015 setelah acara perdana mereka “Komik Kongko Vol.1”yang bekerjasama dengan komunitas komik di Bekasi. 

Saat itu sedang maraknya cyber-bullying yang memperolok-olok Bekasi di sosial media, lalu kita berpikir, kenapa nggak sekalian bikin komunitas yang ruang lingkupnya mencapai satu Bekasi,” ujar Zelva, co-founder Kedutaan Besar Bekasi. Berlokasi di Fit&Co, di Jalan Raya Jatikramat Nomor 2A, Kedutaan Besar Bekasi menjadi tempat yang strategis untuk sekedar duduk dan bercengkrama sambil menikmati makanan-makanan ringan yang tersedia diiringi oleh alunan musik yang syahdu. Bahkan meski malam semakin larut, kursi-kursi semakin penuh sesak.
Kedutaan Besar Bekasi memiliki interior yang ala cafe dengan galeri seni di belakangnya yang tertata dengan apik dan artsy. Galeri seni ini direncanakan akan berganti tema setiap bulannya yang berisi hasil karya dari anak-anak muda Bekasi. Untuk masuk tidak dipungut biaya apapun. Selain galeri terdapat juga perpustakaan gratis dan panggung tempat anak-anak komunitas unjuk kebolehan.

Tidak hanya sebagai tempat kongkow, Kedutaan Besar Bekasi sudah beberapa kali menyelenggarakan acara-acara keren seperti launching komik Metal Pertiwi, diskusi kreatif dengan para seniman dan seniwati Bekasi,dan mengundang pembicara-pembicara terkenal seperti Dedi Nugrahadi (founder Detik.com), Andy Baskoro (penulis), dan Komar ibnu Mikam (budayawan Bekasi).
Nah, Kedutaan Besar Bekasi bisa jadi salah-satu alternatif buat nongkrong lo. Nggak cuma warga Bekasi, kalian juga bisa ngajak teman kalian yang di luar Bekasi. Siapa tau nama Bekasi jadi semakin terkenal nggak cuma karena pernah dibully tapi juga karena warganya yang gak kalah kreatif dengan Jakarta dan Bandung. Salut!(Shofiya)

Reporter : Shofiyah Adila Farhana (SMAN 4 Bekasi) 
Photo by www.asribening.xyz

 

Share on Google Plus

About akram de rafli

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.